Decking Kayu

Decking kayu adalah suatu produk untuk penutup lantai yang terbuat dari bahan kayu yang biasanya diperuntukan untuk bagian luar ruangan terbuka (outdoor). Kayu yang digunakan ini adalah 100% kayu tanpa adanya campuran material lainnya.

Jenis Kayu Untuk Decking

Jenis-Jenis Kayu untuk Decking Outdoor

Pada umumnya jenis kayu yang biasa digunakan untuk decking outdoor adalah jenis kayu solid atau hardwood karena sifatnya yang kuat dan tahan terhadap cuaca. Selain itu, kayu untuk decking ini juga harus mampu menahan serangan jamur dan hama.

Berikut beberapa jenis kayu yang cocok dijadikan decking outdoor:

Kayu ulin. Kayu yang dijuluki kayu besi ini memiliki tingkat kekerasan yang tinggi, sehingga cocok dijadikan decking. Kayu ini biasanya digunakan sebagai decking pada tepian kolam renang karena sifatnya yang semakin kuat jika sering terkena air.

Kayu merbau. Kayu merbau memiliki ciri khas berupa warnanya yang merah kecoklatan, sehingga akan terlihat cantik jika dijadikan decking. Walaupun kualitasnya tinggi, sebaiknya decking berbahan kayu ini tidak ditempatkan di area yang sering terkena air karena akan mengeluarkan getah yang mengurangi tampilannya.

Kayu bengkirai. Kayu ini merupakan jenis kayu yang kuat dan tahan lama serta mudah untuk diolah, misalnya dipotong, diserut, atau diukir. Kayu ini memiliki tekstur yang sedikit kasar dengan warna kuning kecoklatan.

Peruntukan Decking Kayu

Berikut beberapa pemanfaatan decking kayu:

  • Teras rumah
  • Gazebo
  • Pagar rumah
  • Tepian kolam renang
  • Stepping taman
  • Pelapis dinding

a. Decking Kayu Pada Tepian Kolam

Pemasangan decking kayu pada tepian kolam selain berfungsi untuk kenyaman untuk berpijak juga dapat menambah nilai estetika dari suatu kolam pada keseluruhan.

Pemasangan kayu pada pinggir kolam ini juga harus memperhatikan unsur kepadatan, kekuatan, ketahanan terhdap rayap dan berbagai unsur cuasa. Sehingga kayu yang dipasang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Kayu yang cocok untuk dipasang di pinggiran kolam adalah jenis kayu ulin. Jangan menggunakan kayu merbau untuk decking pinggir kolam, karena salah satu sifat dari kayu merbau adalah apabila terkena air, maka kayu tersebut akan mengeluarkan getah cairan yang berwarna merah yang sangat sulit untuk di bersihkan.

b. Decking Kayu Pada Beranda, Teras, Balkon, dan Rofftop

Beranda adalah ruang beratap terbuka yang ada di bagian samping atau depan rumah. Dalam hal ini, beranda merupakan platform yang selalu dibangun di permukaan tanah, serta terhubung dengan bangunan di sebelahnya. Jenis beranda cukup beragam, hal ini tergantung dari desain, penempatan, serta faktor lainnya.

Teras merupakan sebuah area yang memiliki lahan terbuka, luas, datar dan berada dekat suatu bangunan. Teras ini tidak hanya bisa dibangun di lahan rumah tetapi juga bisa berada di atap rumah seperti balkon. Berbeda dengan balkon, teras memiliki ukuran yang lebih besar.

Balkon adalah bagian lantai yang ditambahkan pada bagian luar suatu bangunan yang biasanya memiliki ketinggian sekitar satu meter dengan adanya pembatas yang kokoh, pembatas ini bisa berupa sekat, langkan, atau dengan pagar.

Balkon dan Rooftop

Rooftop dan balkon adalah dua jenis ruang terbuka yang populer dalam desain arsitektur modern. Baik rooftop maupun balkon memberikan akses ke area luar rumah atau bangunan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti bersantai, bersosialisasi, atau menikmati pemandangan. Namun keduanya memiliki beberapa perbedaan.

Rooftop: merupakan bagian penutup pada bangunan yang letaknya di bagian paling atas rumah atau bangunan. Karena terletak paling atas, biasanya bagian bangunan ini tidak memiliki atap tambahan hingga dapat digunakan untuk beberapa keperluan. Sedangkan balkon merupakan bagian atas sebuah rumah atau bangunan, namun bukan termasuk yang paling atas. Bagian bangunan ini sama-sama memiliki area terbuka sehingga penghuni bisa menikmati lingkungan di luar bangunan dari ketinggian.

Dari ukurannya, balkon biasanya lebih kecil, yakni beberapa meter persegi saja. Berbeda halnya dengan rooftop yang ukurannya lebih besar, bahkan bisa seukuran penutup bangunan. Balkon biasanya terhubung dengan kamar atau satu area ruangan tertentu. Jadi pada dasarnya ukuran balkon akan selebar ruangan yang terhubung itu.

Beranda, teras, balkon, dan rooftop merupakan salah satu bagian dari suatu bangunan atau rumah yang sering dimanfaatkan orang untuk menerima tamu atau tempat berkumpul para anggota keluarga. Dengan demikian unsur kenyamanan adalah salah satu elemen penting perlu diperhatikan selain nilai estetikanya.

Ada 3 (dua) jenis kayu yang dapat di rekomendasikan untuk pemasangan decking di tempat ini, yakni kayu ulin, kayu merbau, dan bengkirei.

C. Decking Kayu Pada Pagar

Pagar merupakan salah satu elemen yang tak dapat dipisahkan pada sebuah hunian. Sebab fungsi utama pagar tidak hanya berfungsi sebagai pembatas dari satu lahan ke lahan lainnya, namun bagar juga menjadi pelindung untuk keamanan hunian atau rumah.

Kayu pun menjadi salah satu jenis material alami yang memang ideal untuk pagar hunian. Selain memberikan kesan alami juga dapat meningkatkan nilai estetika dari sebuah hunian. Selain dengan kayu, banyak orang yang juga mengkombinasikan pagar kayu dengan material lain seperti besi tempa, batu, tanaman, dan sebagainya.

Mengingat penempatan pagar yag berada di luar, maka jenis kayu ideal sebagai bahan baku pembuatan pagar adalah jenis kayu yang kuat, padat, dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Jenis kayu yang dapat direkomendasikan sebagai bahan pembuat pagar yakni; Kayu Ulin, Kayu Merbau, dan Kayu Bengkirei.

D. Decking Kayu Pada Gazebo

Gazebo atau saung adalah bangunan ruang terbuka yang berdiri sendiri di area luar dengan tambahan atap. Umumnya digunakan sebagai alternatif tempat berkumpul untuk melakukan berbagai kegiatan dan sekaligus sebagai tempat berlindung dari kondisi hujan dan terik matahari.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mebuar gazebo;

Perhatikan komposisi keseimbangan bangunan dan luas areal halaman secara keseluruhan. Idealnya ukuran gazebo memiliki luas 1/5 dari total luas areal halaman.

Ukuran minimal gazebo 2mx2m demi mengoptimalkan kegiatan Anda. Dengan ukuran itu, Anda masih dapat menempatkan dua kursi bantal, meja kecil, serta dua-aksesori di atas meja.

Jarak minimal gazebo sebaiknya tidak lebih dari 2m dari tembok terdekat rumah. Dengan jarak ini, Anda perlu membuat kompensasi sisi tembok yang berlawanan berupa unsur taman, seperti kolam, air terjun, tempayan, dan tanaman indah.

Usahakan agar gazebo tidak berdekatan dengan pohon yang sering mendatangkan atau tempat bermukimnya serangga. Selain itu perhatikan pula jenis pohonnya. Hindari berdekatan dengan pohon yang memiliki buah yang berukuran besar dan berat seperti pohon nangka atau mangga.

Perhatikan akses jalan menuju gazebo. Ukuran jalan harusnya cukup dan tidak terlalu sempit maupun terlalu lebar. Perhatikan pula dengan pencahayaan sinar matahari untuk menghindari panas dan silau.

Sedangkan jenis kayu yang baik di gunakan untuk pembuatan gazebo adalah kayu jati, kayu ulin, kayu merbau, dan kayu trembesi.

E. Pergola Kayu

Pergola adalah struktur pada luar ruangan yang terdiri dari banyak kolom-kolom yang mendukung kedudukan atap yang berupa kisi-kisi dari balok kayu. Pergola tidak sama dengan kanopi, meskipun keduanya dapat dikatakan memiliki fungsi yang hampir sama, yakni sama-sama dapat digunakan untuk melindungi panas dan terik sinar matahari. Namun demikian keduanya memiliki perbedaan dari segi struktur dan bahan.

Perbedaan Pergola dengan Kanopi

Pergola tidak menggunakan lantai seperti halnya gazebo, namun berbeda pula dengan kanopi yang umumnya menggunakan bahan plastik polimer (polycarbonate). Struktur atap pergola umumnya memiliki bentuk atap yang datar dan tersusun dari rusuk-rusuk yang sejajar. Sedangkan atap kanopi memiliki ragam bentuk, mulai dari bentukan miring atau melengkung yang terbuat dari rangka besi hollow atau baja ringan.

Konstruksi pergola sangat sederhana dan terbuat dari kayu, fiberglass, atau pipa logam. Sedangkan bagian atapnya sering diletakan tanaman dengan cara di lilit. Biasanya tanaman yang digunakan adalah tanaman merambat. Pergola tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nuansa hijau dengan pertumbuhan tanaman yang rimbun.